emblem-1
emblem-2

SELAMAT DATANG DI THAMRIN GROUP

Thamrin Group merupakan perusahaan terkemuka di Sumatera Selatan dan Bengkulu yang memiliki 8 unit bisnis yang bergerak di sektor Otomotif, Retail, Real Estate, Hotel, Bank, dan Makanan & Minuman.

main-banner

Visi

Kita mau bertumbuh dan memberi makna bagi masyarakat melalui kekuatan SDM yang kita miliki, pelayanan & pengembangan usaha dengan membangun Perusahaan yang terpercaya dan memiliki reputasi yang baik.

Misi

  1. Melayani 31,8 juta pelanggan di tahun 2027
  2. Mengembangkan pemimpin yang sukses
  3. Mengelola proses administrasi yang “simple & excellent”
  4. Mendukung continuous improvement
vector-img
emblem
emblem
logo-thamrin-group

Core Values
(TRUST)

CORE VALUES - TRUST

INTEGRITY

CUSTOMER FOCUS

COMMUNICATION

CONTINUOUS IMPROVEMENT

TEAMWORK

vector-img-core-values
emblem-brand-top
emblem-brand-bot

Mengapa perlu memilih kami?

117

Semua Cabang

5

Dealers Resmi

Artikel
Artikel Terbaru Kami

emblem-img
img-Menu Ramadan Toby’s Estate PIM, Cocok untuk Bukber!

Menu Ramadan Toby’s Estate PIM, Cocok untuk Bukber!

Momen bukber ramadan di Palembang selalu jadi momen yang paling ditunggu. Begitu azan magrib mendekat, yang dicari bukan cuma makanan enak, tapi juga tempat nyaman untuk berbagi cerita setelah seharian berpuasa. Kalau kamu sedang mencari tempat bukber di Palembang yang suasananya hangat dan menunya spesial, ada satu spot yang layak masuk daftarmu! Pada ramadan tahun ini, Toby s Estate di Palembang Indah Mall menghadirkan menu edisi khusus yang dirancang untuk dinikmati bersama. Mulai dari hidangan hearty dengan porsi mengenyangkan hingga pilihan comfort food dengan cita rasa bold, semuanya cocok untuk momen buka puasa bareng keluarga, sahabat, atau rekan kerja. Lokasinya yang strategis di PIM juga jadi nilai tambah. Mudah diakses, nyaman untuk grup kecil maupun besar, dan punya ambience yang mendukung suasana Ramadan yang lebih intimate. Jadi bukan sekadar makan, tapi benar-benar quality time. Kalau kamu sedang menyusun rencana bukber Ramadan tahun ini, simak rekomendasi menu dan alasan kenapa Toby s Estate bisa jadi pilihan tepat sebelum slot reservasi penuh! Menu Ramadan Toby s Estate Palembang Indah Mall untuk Bukber Spesial di bulan suci,, Toby s Estate menghadirkan menu makanan edisi Ramadan yang cukup straightforward . Alih-alih merilis daftar menu yang terlalu panjang, mereka fokus pada dua pilar utama yang dirancang khusus untuk momen berbuka: Ramadan Feast dan Comfort in a Bowl. Ramadan Feast Bagi kamu yang merencanakan bukber bersama keluarga besar atau kolega kantor, Ramadan Feast bisa menjadi pilihan utama. Paket ini mengedepankan konsep sharing yang secara alami menciptakan interaksi lebih hangat di meja makan. Menu yang dihadirkan merupakan perpaduan antara Nasi Lemak Ayam Rempah yang kaya aroma serta Mee Mamak dengan pilihan protein ayam atau seafood. Keunggulan utama dari kategori ini terletak pada profil rasanya yang berani namun tetap familiar. Porsinya yang banyak juga memastikan setiap orang di meja mendapatkan pengalaman kuliner yang memuaskan. Dengan memilih paket sharing ini, kamu jadi tidak perlu disibukkan dengan pemesanan menu satuan yang rumit, sehingga waktu berkualitas bersama kerabat menjadi lebih maksimal. Comfort in a Bowl Tidak semua momen berbuka harus dirayakan dengan porsi besar. Untuk agenda bukber yang lebih intimate atau bagi kamu yang menginginkan kepraktisan porsi individu, kategori Comfort in a Bowl adalah pilihan yang sangat ideal. Menu andalan seperti Hamburg Don serta Salmon & Egg Don menyajikan kombinasi nasi hangat dengan topping melimpah dan sentuhan saus yang creamy. Sajian ini menawarkan kepuasan rasa yang mendalam tanpa memberikan kesan terlalu berat setelah seharian berpuasa. Meski tampilannya terlihat lebih personal dan sederhana, kualitas bahan yang digunakan tetap mencerminkan standar premium khas Toby s Estate. Menu ini menjadi solusi bagi kamu yang tetap ingin merayakan Ramadan dengan suasana berkelas dalam format yang lebih ringkas. Lantas, Toby s Estate Palembang Indah Mall menawarkan fleksibilitas yang cerdas untuk berbagai gaya pertemuan. Baik kamu datang dengan rombongan teman-teman, rekan kantor, maupun hanya berdua, kurasi menu Ramadan kali ini memastikan setiap momen berbuka terasa lebih spesial dan tertata dengan baik. Suasana Nyaman Toby's Estate Palembang Indah Mall untuk Momen Silaturahmi Saat merencanakan buka puasa bersama di Palembang, suasana sering kali menjadi penentu utama selain faktor makanan. Toby s Estate di Palembang Indah Mall (PIM) memahami hal ini dengan menawarkan kombinasi ambience yang estetik dan kenyamanan maksimal, memastikan momen berbukamu tidak sekadar menjadi rutinitas makan lalu pulang. 1. Suasana Estetik yang Hangat dan Intimate Salah satu daya tarik utama Toby s Estate adalah desain interiornya yang modern minimalis dengan sentuhan berkelas. Pencahayaan di dalam outlet diatur dengan presisi (tidak terlalu terang namun juga tidak redup) sehingga menciptakan atmosfer yang hangat. Vibe seperti ini sangat mendukung untuk obrolan santai sambil menunggu azan Maghrib tanpa harus terganggu kebisingan yang berlebihan. Bagi kamu yang senang mengabadikan momen, hampir setiap sudutnya dirancang Instagrammable, menjadikannya latar yang sempurna untuk sesi foto bersama keluarga atau kerabat setelah berbuka! 2. Strategis dan Memudahkan Mobilitas di PIM Berada di dalam kawasan Palembang Indah Mall memberikan keuntungan logistik yang besar. Kamu bisa datang lebih awal untuk sekadar berjalan-jalan atau berbelanja kebutuhan Ramadan, lalu langsung menuju lokasi tanpa perlu berpindah tempat atau terjebak kemacetan baru. Keunggulan lainnya adalah aksesibilitas menuju fasilitas pendukung. Kedekatan dengan Musala PIM yang luas dan bersih memungkinkan kamu untuk langsung menunaikan ibadah salat Maghrib dengan tenang segera setelah membatalkan puasa. Aspek praktis inilah yang membuat pengalaman bukber di sini terasa lebih seamless dan tidak terburu-buru. 3. Konsistensi Rasa dalam Presentasi Premium Tentu saja, kenyamanan tempat harus didukung oleh kualitas hidangan. Edisi Ramadan kali ini menghadirkan kurasi menu yang sangat konsisten, mulai dari Ramadan Feast untuk konsep berbagi hingga Comfort in a Bowl untuk porsi personal yang lebih praktis. Tak hanya fokus pada makanan berat, pilihan minumannya pun sangat beragam. Meski reputasi kopinya sudah tidak diragukan, Toby s Estate juga menyediakan berbagai opsi non-coffee yang menyegarkan, sangat ideal untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa. 4. Pelayanan Profesional di Jam Sibuk Sebagai brand dengan reputasi global, standar pelayanan di sini terasa cekatan dan terorganisir. Tim di lapangan biasanya sudah sangat siap mengantisipasi lonjakan tamu di jam-jam krusial berbuka puasa. Pelayanan yang responsif ini krusial agar kenyamanan kamu tetap terjaga meskipun area sedang dalam kapasitas penuh. Secara keseluruhan, Toby s Estate PIM menawarkan paket lengkap untuk pengalaman bukber yang berkualitas. Kombinasi antara lokasi strategis, menu yang terkurasi dengan baik, serta pelayanan profesional menjadikannya destinasi yang lebih dari sekadar tempat makan, melainkan ruang untuk menciptakan momen berbagi yang benar-benar berkesan. Reservasi Bukber Ramadan Sekarang di Toby s, Jangan Sampai Full! Ramadan selalu menjadi momen di mana reservasi tempat bukber di Palembang Indah Mall (PIM) terisi dengan sangat cepat. Sebagai salah satu destinasi favorit, meja-meja di Toby s Estate biasanya sudah terpesan penuh jauh sebelum waktu Maghrib tiba, terutama saat memasuki akhir pekan. Agar rencana buka puasamu bersama keluarga atau rekan kerja berjalan mulus tanpa kendala, melakukan reservasi lebih awal adalah langkah yang paling bijak! Kehadiran menu spesial seperti Ramadan Feast yang dirancang untuk berbagi, serta kehangatan porsi personal dari Comfort in a Bowl, siap melengkapi momen kebersamaanmu. Ditambah dengan lokasi strategis di dalam PIM dan suasana yang estetik, pengalaman berbuka tentu akan terasa lebih praktis dan berkesan. Pastikan kamu tidak melewatkan jam berbuka hanya karena menunda pemesanan. Dengan persiapan yang matang, kamubisa fokus sepenuhnya pada esensi berbagi dan silaturahmi, tanpa perlu khawatir soal ketersediaan tempat. Pastikan tidak sampai kehabisan tempat untuk momen spesial. Segera amankan meja dengan menghubungi layanan pelanggan kami dengan langsung menghubungi WhatsApp resmi Toby's ! Selain itu, selalu dapatkan informasi menarik mengenai promo eksklusif, lifeystle, serta berbagai rekomendasi menarik lainnya selama bulan Ramadan di Palembang melalui laman artikel Thamrin Group . Pastikan kamu tetap terinformasi dengan membaca pembaruan terbaru dan tidak tertinggal, ya!
emblem-img
img-8 Kesalahan yang Bikin Kamu Cepat Lemas Saat Puasa

8 Kesalahan yang Bikin Kamu Cepat Lemas Saat Puasa

Pernahkah kamu merasa baru setengah hari berpuasa, tapi tubuh sudah terasa lunglai dan konsentrasi cepat buyar bahkan sebelum siang hari? Faktanya, ada 8 kesalahan yang bikin kamu cepat lemas saat puasa yang sering kali terjadi tanpa disadari, bahkan saat kamu merasa sudah sahur dengan porsi besar. Rasa lemas ini sebenarnya bukan sekadar efek samping wajar karena tidak makan saja. Bagi para profesional, Ramadan sering kali menuntut ritme kerja yang tetap tinggi. Meeting yang padat dan target yang harus tercapai membutuhkan energi yang stabil. Ketika energi drop di siang hari, bukan hanya produktivitas yang terganggu, tapi juga mood dan kualitas interaksi kita dengan rekan kerja. Menariknya, penyebab tubuh cepat lemas saat puasa biasanya bukan semata-mata karena durasi menahan laparnya, melainkan sering kali akumulasi dari kebiasaan kecil yang kita anggap sepele. Mulai dari komposisi nutrisi saat sahur, manajemen waktu tidur, pilihan makanan saat buka, dan sebagainya yang menentukan seberapa lama kesegaran tubuh bisa bertahan. Memahami kesalahan-kesalahan ini adalah kunci untuk mengubah puasa yang berat menjadi puasa yang bugar. Dengan memperbaiki pola yang salah, kamu tetap bisa tampil prima dan produktif sepanjang hari. Mari kita bedah satu per satu apa saja 8 kesalahan yang bikin kamu cepat lemas saat puasa tersebut! 8 Kesalahan yang Bikin Kamu Cepat Lemas Saat Puasa Sering merasa baru jam 10 pagi tapi energi sudah turun drastis? Atau jam 3 sore terasa seperti zona kritis yang sulit dilewati? Kondisi ini memang umum terjadi, tetapi bukan berarti tidak bisa dicegah. Banyak kasus lemas saat puasa justru dipicu oleh kebiasaan yang terlihat sepele, terutama sejak waktu sahur hingga berbuka. Berikut 8 kesalahan yang bikin kamu cepat lemas saat puasa dan tanpa sadar sering dilakukan dalam rutinitas harian. 1. Melewatkan Sahur Ini kesalahan paling klasik. Sahur berfungsi sebagai bahan bakar utama sebelum tubuh berpuasa selama belasan jam. Ketika sahur dilewatkan, tubuh langsung mengambil cadangan energi secara agresif. Akibatnya, gula darah lebih cepat turun dan rasa gemetar, pusing, atau sulit fokus muncul lebih awal. 2. Menu Sahur Terlalu Didominasi Karbohidrat Sederhana Sahur dengan nasi putih porsi besar atau makanan manis memang terasa mengenyangkan. Namun, karbohidrat sederhana memiliki indeks glikemik tinggi yang menyebabkan lonjakan gula darah cepat dan drastis lalu turun drastis ( sugar crash ). Efeknya? Mengantuk, lemas, dan energi seperti habis sebelum siang. 3. Kurang Minum Air Putih Banyak orang fokus pada makanan, tetapi lupa kebutuhan cairan. Padahal dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat kepala terasa berat dan tubuh lesu. Saat cairan tidak tercukupi dari waktu berbuka hingga sahur, rasa lemas lebih cepat muncul di siang hari. 4. Terlalu Banyak Minum Kopi atau Teh Saat Sahur Kafein memang membantu melek dan terasa segar sesaat, tetapi sifatnya diuretik sehingga mempercepat pengeluaran cairan. Jika dikonsumsi berlebihan, tubuh lebih cepat kehilangan cadangan air. Siang hari pun terasa jaug lebih haus dan tidak bertenaga. 5. Berbuka dengan Gula Berlebihan Langsung mengonsumsi minuman manis atau gorengan dalam jumlah besar saat berbuga membuat gula darah melonjak tajam. Setelah itu, tubuh mengalami penurunan energi mendadak. Alih-alih segar, yang muncul justru rasa berat dan mengantuk setelah makan. 6. Tidur Berlebihan Sepanjang Hari Memang ada anggapan bahwa tidur saat puasa itu baik. Namun, jika hampir sepanjang hari dihabiskan untuk tidur, ritme tubuh menjadi tidak seimbang karena hal ini akan merusak ritme sirkadian tubumu. Apalagi, kurangnya gerak membuat tubuh terasa semakin lesu dan tidak segar saat bangun. 7. Kurang Tidur di Malam Hari Bangun sahur sudah memotong waktu istirahat. Jika ditambah kebiasaan begadang untuk main HP atau nonton, tubuh tidak punya waktu untuk regenerasi sel dan melakukan pemulihan yang optimal. Lantas, lemas saat puasa seringkali hanyalah akumulasi dari rasa kantuk yang menumpuk. 8. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Asin Makan makanan yang terlalu asin saat sahur seperti mi instan, ikan asin, atau camilan berpengawet sangat tidak dianjurkan. Garam bersifat menarik air dari sel-sel tubuh. Secara teknis, hukum osmosis bekerja di sini: konsentrasi garam yang tinggi dalam darah akan memaksa air keluar dari sel, sehingga kamu akan merasa sangat haus dan dehidrasi lebih cepat dari biasanya. Sebagian besar kesalahan ini sebenarnya mudah diperbaiki. Kuncinya bukan terletak pada seberapa banyak yang kamu konsumsi saat sahur atau berbuka seberapa lama kamu tidur siang, dsb, melainkan pada seberapa bijak kamu mengatur nutrisi dan aktivitas harian. Dengan strategi yang tepat, puasa bukan lagi hambatan untuk tetap tampil prima! Cara Menghindari Lemas Saat Puasa agar Tetap Bugar dan Stabil Setelah memahami berbagai kebiasaan yang membuat energi cepat turun, langkah berikutnya adalah melakukan penyesuaian yang realistis. Tidak perlu perubahan ekstrem. Dengan strategi yang tepat sejak sahur hingga malam hari, tubuh bisa tetap bugar dan stabil sepanjang puasa. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa langsung diterapkan. 1. Pilih Menu Sahur dengan Karbohidrat Kompleks dan Protein Seimbang Ganti karbohidrat sederhana menjadi karbohidrat kompleks yang lebih stabil seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau kentang rebus. Padukan dengan protein (telur, ayam, tahu, tempe) serta serat dari sayur dan buah. Kombinasi ini membantu menjaga gula darah lebih stabil sehingga energi tidak cepat turun sebelum siang. 2. Terapkan Pola Minum Teratur di Waktu Non-Puasa Alih-alih minum banyak sekaligus saat berbuka, bagi kebutuhan cairan secara bertahap. Misalnya pola 2 4 2 yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Strategi ini membantu mencegah dehidrasi ringan yang sering menjadi penyebab utama rasa lemas. Selain itu, kamu juga perlu memastikan untuk tetap minum minimal 1.5L per hari. 3. Batasi Kafein dan Gula Berlebihan Jika terbiasa minum kopi, cukup satu porsi kecil setelah berbuka, bukan saat sahur. Hindari minuman terlalu manis dalam jumlah besar. Gula dan kafein berlebihan bisa memicu lonjakan energi sesaat yang justru diikuti penurunan drastis beberapa jam kemudian. 4. Atur Kualitas dan Durasi Tidur Karena harus bangun lebih awal untuk sahur, penting untuk tidur lebih cepat dari biasanya. Prioritaskan 6 8 jam istirahat berkualitas, meskipun dibagi dalam dua sesi. Hindari begadang yang tidak perlu agar tubuh memiliki waktu cukup untuk pemulihan. 5. Kelola Ritme Aktivitas Harian dengan Lebih Strategis Kenali jam-jam ketika energi cenderung menurun, biasanya menjelang sore. Gunakan waktu pagi untuk tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, dan alihkan pekerjaan yang lebih ringan di jam rawan. Jika memungkinkan, sisipkan jeda singkat untuk peregangan atau istirahat sejenak agar tubuh tetap segar. Ingat bahwa menjaga energi saat puasa bukan soal menahan diri lebih kuat, melainkan mengatur pola dengan lebih cerdas. Dengan strategi yang tepat, puasa dapat dijalani secara lebih stabil tanpa mengorbankan kesehatan maupun produktivitas harian. Baca juga: 5 Cara Fokus Kerja Saat Puasa, Ini Jam Paling Produktif! Puasa Tetap Lancar, Aktivitas Tetap Seimbang Menjalani puasa dengan energi yang stabil sebenarnya bukan tentang memaksakan diri untuk tetap perform di atas batas kemampuan sepanjang hari. Sebaliknya, efisiensi energi justru lahir dari pemahaman yang baik terhadap ritme tubuh dan kemampuan untuk menyesuaikan intensitas aktivitas secara strategis. Perlu diingat bahwa rasa lemas yang berkepanjangan bukanlah sesuatu yang harus kita maklumi begitu saja, melainkan sinyal bahwa ada pola yang perlu segera dioptimasi. Penting bagi kita untuk lebih peka dalam mendengarkan sinyal tubuh sejak dini. Jika konsentrasi mulai menurun atau tubuh terasa jauh lebih lelah dari biasanya, cobalah untuk mengevaluasi kembali elemen-elemen fundamental seperti komposisi nutrisi saat sahur, kualitas istirahat, hingga hidrasi yang sudah kita bahas sebelumnya. Sering kali, perbaikan minor yang dilakukan secara konsisten memberikan dampak yang jauh lebih signifikan terhadap produktivitas dibandingkan langkah-langkah ekstrem yang sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang! Pada akhirnya, Ramadan adalah momen yang tepat untuk melatih disiplin sekaligus menjaga keseimbangan antara performa profesional dan kesejahteraan diri. Dengan memitigasi 8 kesalahan yang bikin kamu cepat lemas saat puasa, ibadah dapat berjalan maksimal, kesehatan tetap terjaga, dan tanggung jawab pekerjaan tetap tuntas dengan hasil yang optimal. Mari mulai mengatur pola dari sekarang agar setiap hari tetap dalam kendali penuh dan puasa terasa jauh lebih ringan. Untuk mendapatkan insight menarik lainnya seputar kesehatan, produktivitas, dan gaya hidup selama Ramadan, kamu bisa mengeksplorasi berbagai informasi edukatif lainnya di laman artikel Thamrin Group . Temukan beragam informasi yang relevan dan aplikatif untuk mendukung aktivitas harian tetap optimal sepanjang bulan puasa!
emblem-img
img-6 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Olahraga Saat Puasa

6 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Olahraga Saat Puasa

Bagi kamu yang memiliki aktif secara fisik dan memiliki mobilitas tinggi, dilema mengenai olahraga saat puasa seringkali muncul di saat Ramadan. Ada keinginan kuat untuk tetap menjaga kebugaran, namun di sisi lain, kamu tentu khawatir tubuh akan drop atau kehilangan fokus di tengah padatnya jadwal kerja. Menjaga stamina akhirnya terasa seperti tantangan tersendiri ketika energi harus dibagi antara tuntutan profesional dan komitmen ibadah. Padahal, mengabaikan aktivitas fisik sepenuhnya justru bisa membuat tubuh terasa lebih lesu dan kurang produktif lho. Kuncinya bukan pada intensitas yang dipaksakan, melainkan pada bagaimana kamu mengelola ritme latihan agar tetap selaras dengan kondisi tubuh yang sedang berpuasa. Dengan pendekatan yang lebih strategis, aktivitas fisik bisa menjadi instrumen penting untuk menjaga kejernihan pikiran hingga waktu berbuka tiba. Kabar baiknya, kamu bisa melakukan penyesuaian yang tepat pada waktu dan jenis latihan, kemudian akan tetap bisa meraih target kebugaran tanpa mengganggu performa harian! Hal terpenting di siniadalah soal memahami batasan diri dan memilih langkah yang paling efisien bagi metabolisme tubuhmu. Lantas sebelum kamu menyusun jadwal latihan pekan ini, mari kita simak 6 poin penting agar transisi rutinitas olahragamu tetap aman, efektif, dan penuh energi sepanjang bulan suci Ramadan! Apakah Boleh Puasa Tetap Olahraga? Singkatnya, olahraga saat puasa sangat diperbolehkan, selama kondisi tubuh kamu sedang prima dan tidak memiliki kendala medis tertentu. Alih-alih membuat lemas, aktivitas fisik yang terukur justru membantu kamu menjaga kualitas tidur, kestabilan energi, hingga fokus mental yang sangat dibutuhkan saat bekerja di bulan Ramadan. Namun, kamu perlu melakukan kalibrasi pada intensitas latihan. Mengingat tubuh tidak menerima asupan nutrisi dan cairan selama belasan jam, kapasitas fisikmu tentu tidak akan sama dengan hari biasa. Langkah yang paling bijak adalah menurunkan beban latihan dan memperpendek durasi. Hindari memaksakan sesi yang terlalu berat agar cadangan energimu tidak habis sebelum waktu berbuka tiba. Penting juga untuk menggeser orientasi atau goal latihan kamu. Ramadan bukanlah waktu yang tepat untuk mengejar personal record atau peningkatan performa yang drastis. Alihkan fokus kamu pada fase maintenance, yaitu menjaga kebugaran dasar dan memastikan tubuh tetap aktif tanpa memberikan tekanan berlebihan yang bisa memicu kelelahan ekstrem. Tanpa strategi yang terukur, kamu berisiko menghadapi dehidrasi atau penurunan tekanan darah yang dapat mengganggu produktivitas harian. Oleh karena itu, kunci utamanya adalah kesadaran penuh terhadap sinyal tubuh. Kalau kamu berlatih secara lebih cerdas dan adaptif, kamu tetap bisa menjaga performa fisik sekaligus tetap tajam dalam menyelesaikan tanggung jawab profesional. 6 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Olahraga Saat Puasa Agar olahraga saat puasa tetap aman dan tidak mengganggu produktivitas, kamu perlu strategi yang lebih terukur. Puasa membuat tubuh bekerja dalam kondisi energi dan cairan yang terbatas. Karena itu, setiap keputusan-mulai dari waktu hingga jenis latihan-perlu dipertimbangkan dengan matang. Berikut enam hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan. 1. Pilih Waktu yang Tepat Waktu sangat menentukan seberapa aman dan efektif latihanmu. Menyesuaikan waktu dengan kebutuhan dan kondisi harian akan membantu meminimalkan risiko. Ada tiga opsi umum yang paling ideal untuk dipilih: 30 60 menit sebelum berbuk a: cukup populer karena setelah selesai kamu bisa langsung minum dan makan. Namun intensitas harus ringan karena energi sudah menipis. 2 3 jam setelah berbuka : lebih ideal untuk latihan yang sedikit lebih berat karena tubuh sudah terisi kembali. Setelah sahur : energi masih relatif penuh, tetapi risiko dehidrasi lebih tinggi karena kamu harus menahan haus sepanjang hari. 2. Perhatikan Kondisi Tubuh Kondisi fisik saat puasa bisa berbeda setiap hari. Kurang tidur, aktivitas kerja yang padat, atau pola makan yang kurang optimal dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Jika muncul tanda seperti pusing, mual, pandangan kabur, atau jantung berdebar tidak normal, segera hentikan latihan. Olahraga seharusnya mendukung kesehatan, bukan membahayakan. 3. Atur Intensitas Latihan Ramadan bukan momen untuk mengejar performa maksimal. Alihkan fokus dari peningkatan ekstrem ke maintenance . Pilih latihan dengan intensitas rendah hingga sedang seperti jalan cepat, yoga, bodyweight ringan, atau bersepeda santai. Hindari high intensity training yang terlalu menguras stamina, terutama jika dilakukan sebelum berbuka. 4. Sesuaikan Durasi Selain intensitas, durasi juga berpengaruh besar. Jika biasanya kamu berlatih selama 60 menit, pertimbangkan untuk menguranginya menjadi 30 45 menit saja. Latihan yang lebih singkat namun konsisten jauh lebih aman dibanding sesi panjang yang membuat tubuh kelelahan berlebihan. 5. Pastikan Strategi Hidrasi yang Cukup Karena tidak bisa minum sepanjang hari, strategi hidrasi harus direncanakan. Manfaatkan waktu antara berbuka hingga sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan. Pola sederhana 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur) bisa membantu menjaga keseimbangan cairan. Batasi konsumsi minuman berkafein karena dapat mempercepat kehilangan cairan. 6. Pilih Jenis Olahraga yang Sesuai Jenis latihan sebaiknya realistis dengan kondisi puasa. Aktivitas low impact dan latihan kekuatan ringan lebih disarankan dibandingkan latihan eksplosif atau kompetitif. Jika memiliki riwayat tekanan darah rendah, diabetes, atau gangguan jantung, penting juga untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan konsultasi medis sebelum tetap berolahraga. Pada akhirnya, olahraga saat puasa itu soal kualitas dan konsistensi, bukan sekadar mengejar angka atau intensitas tinggi. Daripada memaksakan diri lari 5 km tapi besoknya malah burnout dan sakit, jauh lebih efektif kalau kamu jalan kaki 15 menit setiap hari tapi badan tetap fresh. Kuncinya adalah strategi dan manajemen energi. Olahraga saat Ramadan tetap bisa dilakukan secara optimal selama kamu paham batas kemampuan tubuh dan tahu kapan harus menyesuaikan ritme. Dengan pendekatan yang lebih bijak dan terukur, kamu tetap bisa menjaga performa fisik (dan kerjaan!) tetap di level tertinggi tanpa harus mengorbankan kesehatan. Tetap Aktif dan Sehat Selama Ramadan, Asal Tahu Caranya! Menjaga kebugaran di bulan Ramadan sebenarnya bukan soal seberapa keras kamu berlatih, melainkan seberapa cerdas kamu menentukan strategi. Ingat, tubuh sedang melakukan penyesuaian besar terhadap pola makan dan tidur, jadi pendekatan olahraganya pun harus lebih terukur dan adaptif. Jangan terjebak untuk memaksakan rutinitas normal kalau kondisi fisik lagi kurang mumpuni. Saat energi menurun, menurunkan intensitas bukan berarti kalah atau tidak produktif, tapi itu keputusan yang bijak. Konsistensi yang realistis jauh lebih bernilai daripada ambisi sesaat yang justru bikin tumbang. Kuncinya? Listen to your body. Kalau muncul rasa pusing, lemas berlebihan, atau detak jantung yang nggak wajar, itu sinyal merah untuk segera berhenti. Prioritas utamanya tetap kesehatan, supaya kamu bisa tetap produktif di kantor sekaligus maksimal dalam beribadah. Dengan perencanaan yang matang, olahraga saat puasa bisa jadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa mengganggu ritme harianmu. Yuk, mulai atur strategi olahraga dari sekarang demi Ramadan yang lebih seimbang! Jangan lupa juga untuk eksplor insight menarik lainnya seputar lifestyle dan tips produktif hanya di laman artikel Thamrin Group .

Berita Terbaru Kami

img-Gelontorkan Dana CSR, Thamrin Group Renovasi Gereja GPdI Sebayur Jaya di Bengkulu Utara

23 Jan 2026

Gelontorkan Dana CSR, Thamrin Group Renovasi Gereja GPdI Sebayur Jaya di Bengkulu Utara

Baca Selengkapnya
img-Thamrin Group Gelar Pemeriksaan Mata Gratis untuk Disabilitas

22 Dec 2025

Thamrin Group Gelar Pemeriksaan Mata Gratis untuk Disabilitas

Baca Selengkapnya
img-Thamrin Group Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir

11 Dec 2025

Thamrin Group Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir

Baca Selengkapnya

Bergabung dengan kami

Karir

image-career

Temukan peluang karir yang sesuai dengan passion Anda di Thamrin Group dan menjadi bagian dari tim yang berorientasi pada inovasi dan kolaborasi.

image-career