Mengetahui apa itu doomscrolling dan bahayanya bagi pikiran tentu menjadi pertanyaan yang sering muncul ketika kamu tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca berita atau menggeser beragam postingan di media sosial. Kebiasaan bergulir layar tanpa henti ini perlahan menyerap energi tanpa disadari.
Kondisi tersebut kerap membuat seseorang terjebak dalam rasa cemas, panik, dan kelelahan mental yang berkepanjangan. Dorongan untuk terus memperbarui informasi justru memicu rasa takut tertinggal yang memperburuk keadaan.
Memahami cara menghentikan kebiasaan doomscrolling di ponsel menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental di era digital. Simak ulasan lengkap mengenai tanda, dampak, hingga cara mengatasinya melalui fitur ponsel berikut ini.
Mengenal Apa Itu Doomscrolling dan Tanda-Tanda Kecanduan di Ponsel

Doomscrolling adalah istilah untuk menggambarkan perilaku seseorang yang secara terus-menerus membaca, mencari, atau mengonsumsi berita negatif di internet. Secara psikologis, kebiasaan ini dipicu oleh dorongan alami manusia untuk mencari informasi saat merasa terancam, meskipun informasi tersebut justru memicu kecemasan.
Saat mengalami kondisi ini, kamu akan merasakan sensasi gelisah, dada terasa sesak, pikiran terus menerus memikirkan skenario terburuk, serta hilangnya rasa tenang setelah menutup aplikasi. Kamu merasa tidak bisa berhenti menggeser layar meskipun tubuh dan pikiran sudah merasa sangat lelah.
Tanda-tanda kamu mengalami kecanduan doomscrolling dapat dikenali dari beberapa pola perilaku sehari-hari:
-
Kehilangan kontrol waktu saat membuka media sosial, terutama di malam hari.
-
Otomatis membuka aplikasi berita atau media sosial setiap kali merasa cemas atau bosan.
-
Perubahan suasana hati menjadi lebih mudah marah, murung, atau sensitif setelah melihat konten online.
-
Sulit berkonsentrasi pada pekerjaan karena pikiran terdistraksi oleh informasi negatif yang baru saja dibaca.
Bahaya dan Dampak Negatif Doomscrolling bagi Kesehatan Mental Jangka Panjang

Dampak negatif doomscrolling pada kesehatan mental jangka panjang tidak boleh diabaikan begitu saja. Paparan berita negatif yang terus-menerus secara perlahan mengikis ketenangan pikiran dan menurunkan kualitas hidup secara menyeluruh.
1. Peningkatan Risiko Anxiety dan Depresi
Paparan berita buruk secara konstan mengaktifkan sistem limbik di otak dan memicu lonjakan hormon kortisol. Kondisi stres kronis ini memperburuk kecemasan dan dapat memicu gejala depresi dari waktu ke waktu.
2. Munculnya Kegelisahan Eksistensial (Existential Dread)
Terlalu sering membaca informasi tentang krisis, bencana, atau konflik global menciptakan perasaan cemas mendalam terhadap masa depan dan kehidupan. Hal ini memicu keputusasaan karena merasa dunia tidak lagi aman.
3. Beban Kognitif Berlebih (Cognitive Overload)
Arus informasi negatif yang tidak ada habisnya membuat otak bekerja terlalu keras untuk memproses data. Akibatnya, daya ingat menurun, otak mengalami brain fog, konsentrasi terganggu, dan produktivitas harian menurun drastis.
4. Gangguan Pola Tidur dan Insomnia
Kebiasaan menggeser layar menjelang tidur menunda produksi hormon melatonin akibat paparan cahaya biru. Pikiran yang terdistraksi oleh berita tegang membuat mata sulit terlelap dan menyebabkan kelelahan esok hari.
5. Perasaan Ketidakberdayaan dan Self-Hatred
Melihat berbagai krisis tanpa bisa berbuat apa-apa sering memunculkan rasa tidak berguna, benci pada diri sendiri, dan nyaris putus asa. Perasaan stagnan ini dalam jangka panjang dapat memicu kekecewaan mendalam pada diri sendiri serta menurunkan rasa percaya diri.
Memahami bahaya tersebut merupakan awal yang baik untuk mulai mengambil tindakan nyata dalam membatasi konsumsi media harian demi melindungi pikiran. Mengambil langkah nyata terkait doomscrolling sangat krusial agar kamu dapat mengendalikan aliran informasi dan menjaga fokus serta ketenangan hidup sehari-hari.
Cara Mengatasi Kebiasaan Doomscrolling dengan Aplikasi dan Fitur Ponsel

Menghentikan kebiasaan ini tidak harus dengan mematikan ponsel sepenuhnya. Kamu bisa memanfaatkan berbagai fitur teknologi built-in dan aplikasi pendukung untuk membangun batasan digital yang lebih sehat.
1. Membatasi Waktu Layar Menggunakan Fitur Pengatur Waktu Layar
Gunakan fitur bawaan seperti Screen Time di iPhone atau Digital Wellbeing di Android untuk mengunci aplikasi media sosial setelah mencapai durasi tertentu. Saat batas waktu habis, aplikasi akan terkunci otomatis sehingga mencegah penggunaan berlebihan.
Berikut langkah praktis yang bisa kamu coba:
-
Untuk pengguna iPhone: Buka menu Pengaturan, pilih Durasi Layar (Screen Time), lalu ketuk Batas App. Pilih aplikasi media sosial atau berita yang ingin dibatasi, lalu atur durasi harian maksimalnya.
-
Untuk pengguna Android: Masuk ke menu Pengaturan, pilih Kesehatan Digital (Digital Wellbeing), lalu buka menu Dasbor. Cari aplikasi yang sering memicu doomscrolling, ketuk ikon jam pasir di sebelah nama aplikasi, lalu tentukan batas waktunya.
2. Memanfaatkan Fitur Pengingat Istirahat di Platform Media Sosial
Platform seperti TikTok dan Instagram kini menyediakan fitur Take a Break atau fitur meditasi/pengingat waktu istirahat. Aktifkan fitur ini agar sistem menampilkan pemberitahuan layar penuh yang menyuruh kamu berhenti sejenak ketika sudah mengaksesnya terlalu lama.
3. Menggunakan Aplikasi Mindfulness untuk Melatih Kesadaran Digital
Instal aplikasi pendukung seperti Forest, OneSec, dan sebagainya untuk melatih pemfokusan ulang. Aplikasi OneSec misalnya, memberikan jeda napas beberapa detik sebelum kamu dapat membuka media sosial untuk memutus impuls otomatis.
Untuk referensi aplikasi produktivitas lainnya, kamu juga bisa membaca panduan 6 Aplikasi Manajemen Waktu Terbaik di HP 2026. Berbagai langkah teknis ini nantinya akan membantu kamu kembali memegang kendali penuh atas penggunaan gawai sehari-hari.
Kebiasaan mengonsumsi informasi memang penting, namun menjaga kesehatan mental dari paparan berita negatif terus-menerus jauh lebih utama. Dengan mengenali apa itu doomscrolling dan menerapkan pembatasan digital melalui fitur ponsel, kamu dapat menciptakan ruang siber yang lebih aman bagi pikiran.
Untuk membaca artikel menarik lainnya seputar gaya hidup, produktivitas, serta informasi terkini seputar karir dan bisnis, jangan lupa cek laman artikel resmi di Thamrin Group.
Artikel Yang Terkait
28 Aug 2026
Waspada Asap! Ini Cara Cek Kualitas Udara Palembang Hari Ini
Baca Selengkapnya
24 Aug 2026
Kabut Asap Palembang Memburuk, Ini 8 Tips Menjaga Pernapasan!
Baca Selengkapnya
14 Aug 2026
Sering Overthinking? Kenali 5 Ciri Quarter Life Crisis dan Solusinya
Baca Selengkapnya