Beranda

Artikel

8 Kesalahan Yang Bikin Kamu Cepat Lemas Saat Puasa

8 Kesalahan yang Bikin Kamu Cepat Lemas Saat Puasa

27 Feb 2026

img-8 Kesalahan yang Bikin Kamu Cepat Lemas Saat PuasaEducation

Pernahkah kamu merasa baru setengah hari berpuasa, tapi tubuh sudah terasa lunglai dan konsentrasi cepat buyar bahkan sebelum siang hari? Faktanya, ada 8 kesalahan yang bikin kamu cepat lemas saat puasa yang sering kali terjadi tanpa disadari, bahkan saat kamu merasa sudah sahur dengan porsi besar.

Rasa lemas ini sebenarnya bukan sekadar efek samping wajar karena tidak makan saja. Bagi para profesional, Ramadan sering kali menuntut ritme kerja yang tetap tinggi. Meeting yang padat dan target yang harus tercapai membutuhkan energi yang stabil. Ketika energi drop di siang hari, bukan hanya produktivitas yang terganggu, tapi juga mood dan kualitas interaksi kita dengan rekan kerja.

Menariknya, penyebab tubuh cepat lemas saat puasa biasanya bukan semata-mata karena durasi menahan laparnya, melainkan sering kali akumulasi dari kebiasaan kecil yang kita anggap sepele. Mulai dari komposisi nutrisi saat sahur, manajemen waktu tidur, pilihan makanan saat buka, dan sebagainya yang menentukan seberapa lama kesegaran tubuh bisa bertahan.

Memahami kesalahan-kesalahan ini adalah kunci untuk mengubah puasa yang berat menjadi puasa yang bugar. Dengan memperbaiki pola yang salah, kamu tetap bisa tampil prima dan produktif sepanjang hari. Mari kita bedah satu per satu apa saja 8 kesalahan yang bikin kamu cepat lemas saat puasa tersebut!

8 Kesalahan yang Bikin Kamu Cepat Lemas Saat Puasa

8 Kesalahan Yang Bikin Kamu Cepat Lemas Saat Puasa (1)

Sering merasa baru jam 10 pagi tapi energi sudah turun drastis? Atau jam 3 sore terasa seperti “zona kritis” yang sulit dilewati? Kondisi ini memang umum terjadi, tetapi bukan berarti tidak bisa dicegah. Banyak kasus lemas saat puasa justru dipicu oleh kebiasaan yang terlihat sepele, terutama sejak waktu sahur hingga berbuka.

Berikut 8 kesalahan yang bikin kamu cepat lemas saat puasa dan tanpa sadar sering dilakukan dalam rutinitas harian.

1. Melewatkan Sahur

Ini kesalahan paling klasik. Sahur berfungsi sebagai “bahan bakar” utama sebelum tubuh berpuasa selama belasan jam. Ketika sahur dilewatkan, tubuh langsung mengambil cadangan energi secara agresif. Akibatnya, gula darah lebih cepat turun dan rasa gemetar, pusing, atau sulit fokus muncul lebih awal.

2. Menu Sahur Terlalu Didominasi Karbohidrat Sederhana

Sahur dengan nasi putih porsi besar atau makanan manis memang terasa mengenyangkan. Namun, karbohidrat sederhana memiliki indeks glikemik tinggi yang menyebabkan lonjakan gula darah cepat dan drastis lalu turun drastis (sugar crash). Efeknya? Mengantuk, lemas, dan energi seperti “habis” sebelum siang. 

3. Kurang Minum Air Putih

Banyak orang fokus pada makanan, tetapi lupa kebutuhan cairan. Padahal dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat kepala terasa berat dan tubuh lesu. Saat cairan tidak tercukupi dari waktu berbuka hingga sahur, rasa lemas lebih cepat muncul di siang hari.

4. Terlalu Banyak Minum Kopi atau Teh Saat Sahur

Kafein memang membantu melek dan terasa segar sesaat, tetapi sifatnya diuretik sehingga mempercepat pengeluaran cairan. Jika dikonsumsi berlebihan, tubuh lebih cepat kehilangan cadangan air. Siang hari pun terasa jaug lebih haus dan tidak bertenaga.

5. Berbuka dengan Gula Berlebihan

Langsung mengonsumsi minuman manis atau gorengan dalam jumlah besar saat berbuga membuat gula darah melonjak tajam. Setelah itu, tubuh mengalami penurunan energi mendadak. Alih-alih segar, yang muncul justru rasa berat dan mengantuk setelah makan.

6. Tidur Berlebihan Sepanjang Hari

Memang ada anggapan bahwa tidur saat puasa itu baik. Namun, jika hampir sepanjang hari dihabiskan untuk tidur, ritme tubuh menjadi tidak seimbang karena hal ini akan merusak ritme sirkadian tubumu. Apalagi, kurangnya gerak membuat tubuh terasa semakin lesu dan tidak segar saat bangun.

7. Kurang Tidur di Malam Hari

Bangun sahur sudah memotong waktu istirahat. Jika ditambah kebiasaan begadang untuk main HP atau nonton, tubuh tidak punya waktu untuk regenerasi sel dan melakukan pemulihan yang optimal. Lantas, lemas saat puasa seringkali hanyalah akumulasi dari rasa kantuk yang menumpuk.

8. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Asin

Makan makanan yang terlalu asin saat sahur seperti mi instan, ikan asin, atau camilan berpengawet sangat tidak dianjurkan. Garam bersifat menarik air dari sel-sel tubuh. Secara teknis, hukum osmosis bekerja di sini: konsentrasi garam yang tinggi dalam darah akan memaksa air keluar dari sel, sehingga kamu akan merasa sangat haus dan dehidrasi lebih cepat dari biasanya.

Sebagian besar kesalahan ini sebenarnya mudah diperbaiki. Kuncinya bukan terletak pada seberapa banyak yang kamu konsumsi saat sahur atau berbuka seberapa lama kamu tidur siang, dsb, melainkan pada seberapa bijak kamu mengatur nutrisi dan aktivitas harian. Dengan strategi yang tepat, puasa bukan lagi hambatan untuk tetap tampil prima!

Cara Menghindari Lemas Saat Puasa agar Tetap Bugar dan Stabil

Cara Menghindari Lemas Saat Puasa Agar Tetap Bugar Dan Stabil

Setelah memahami berbagai kebiasaan yang membuat energi cepat turun, langkah berikutnya adalah melakukan penyesuaian yang realistis. Tidak perlu perubahan ekstrem. Dengan strategi yang tepat sejak sahur hingga malam hari, tubuh bisa tetap bugar dan stabil sepanjang puasa.

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa langsung diterapkan.

1. Pilih Menu Sahur dengan Karbohidrat Kompleks dan Protein Seimbang

Ganti karbohidrat sederhana menjadi karbohidrat kompleks yang lebih stabil seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau kentang rebus. Padukan dengan protein (telur, ayam, tahu, tempe) serta serat dari sayur dan buah. Kombinasi ini membantu menjaga gula darah lebih stabil sehingga energi tidak cepat turun sebelum siang.

2. Terapkan Pola Minum Teratur di Waktu Non-Puasa

Alih-alih minum banyak sekaligus saat berbuka, bagi kebutuhan cairan secara bertahap. Misalnya pola 2–4–2 yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Strategi ini membantu mencegah dehidrasi ringan yang sering menjadi penyebab utama rasa lemas. Selain itu, kamu juga perlu memastikan untuk tetap minum minimal 1.5L per hari.

3. Batasi Kafein dan Gula Berlebihan

Jika terbiasa minum kopi, cukup satu porsi kecil setelah berbuka, bukan saat sahur. Hindari minuman terlalu manis dalam jumlah besar. Gula dan kafein berlebihan bisa memicu lonjakan energi sesaat yang justru diikuti penurunan drastis beberapa jam kemudian.

4. Atur Kualitas dan Durasi Tidur

Karena harus bangun lebih awal untuk sahur, penting untuk tidur lebih cepat dari biasanya. Prioritaskan 6–8 jam istirahat berkualitas, meskipun dibagi dalam dua sesi. Hindari begadang yang tidak perlu agar tubuh memiliki waktu cukup untuk pemulihan.

5. Kelola Ritme Aktivitas Harian dengan Lebih Strategis

Kenali jam-jam ketika energi cenderung menurun, biasanya menjelang sore. Gunakan waktu pagi untuk tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, dan alihkan pekerjaan yang lebih ringan di jam rawan. Jika memungkinkan, sisipkan jeda singkat untuk peregangan atau istirahat sejenak agar tubuh tetap segar.

Ingat bahwa menjaga energi saat puasa bukan soal menahan diri lebih kuat, melainkan mengatur pola dengan lebih cerdas. Dengan strategi yang tepat, puasa dapat dijalani secara lebih stabil tanpa mengorbankan kesehatan maupun produktivitas harian.

Baca juga:  5 Cara Fokus Kerja Saat Puasa, Ini Jam Paling Produktif!

Puasa Tetap Lancar, Aktivitas Tetap Seimbang

Puasa Tetap Lancar, Aktivitas Tetap Seimbang

Menjalani puasa dengan energi yang stabil sebenarnya bukan tentang memaksakan diri untuk tetap perform di atas batas kemampuan sepanjang hari. Sebaliknya, efisiensi energi justru lahir dari pemahaman yang baik terhadap ritme tubuh dan kemampuan untuk menyesuaikan intensitas aktivitas secara strategis. Perlu diingat bahwa rasa lemas yang berkepanjangan bukanlah sesuatu yang harus kita maklumi begitu saja, melainkan sinyal bahwa ada pola yang perlu segera dioptimasi.

Penting bagi kita untuk lebih peka dalam mendengarkan sinyal tubuh sejak dini. Jika konsentrasi mulai menurun atau tubuh terasa jauh lebih lelah dari biasanya, cobalah untuk mengevaluasi kembali elemen-elemen fundamental seperti komposisi nutrisi saat sahur, kualitas istirahat, hingga hidrasi yang sudah kita bahas sebelumnya. Sering kali, perbaikan minor yang dilakukan secara konsisten memberikan dampak yang jauh lebih signifikan terhadap produktivitas dibandingkan langkah-langkah ekstrem yang sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang!

Pada akhirnya, Ramadan adalah momen yang tepat untuk melatih disiplin sekaligus menjaga keseimbangan antara performa profesional dan kesejahteraan diri. Dengan memitigasi 8 kesalahan yang bikin kamu cepat lemas saat puasa, ibadah dapat berjalan maksimal, kesehatan tetap terjaga, dan tanggung jawab pekerjaan tetap tuntas dengan hasil yang optimal. Mari mulai mengatur pola dari sekarang agar setiap hari tetap dalam kendali penuh dan puasa terasa jauh lebih ringan.

Untuk mendapatkan insight menarik lainnya seputar kesehatan, produktivitas, dan gaya hidup selama Ramadan, kamu bisa mengeksplorasi berbagai informasi edukatif lainnya di laman artikel Thamrin Group. Temukan beragam informasi yang relevan dan aplikatif untuk mendukung aktivitas harian tetap optimal sepanjang bulan puasa!

 

img-6 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Olahraga Saat PuasaLifestyle
img-Tempat Bukber Enak dan Nyaman di Palembang, Paket Mulai 50K di OOMA Cafe!Promotions
img-5 Cara Fokus Kerja Saat Puasa, Ini Jam Paling Produktif!Education